Berawal dari Indonesia, Mendunia karena Belanda
Tempe adalah ikon makanan tradisional
asli Indonesia. Kegemaran orang Indonesia untuk mengkonsumsinya pun
menegaskan statusnya sebagai makanan rakyat. Selain harganya yang
relatif murah, rasanya pun konon tak kalah enak dibanding burger ala Amerika atau pizza ala Italia.Lebih
dari itu, tempe digemari karena kandungan gizinya yang sangat tinggi.
Tak mengherankan jika tempe kini menjadi salah satu kudapan favorit
warga dunia[1].
Namun siapa sangka jika status
popularitas tempe di dunia saat ini bukan karena usaha bangsa Indonesia
untuk mempromosikan ragam makanan yang murah, sarat nutrisi, dan
menyehatkan seperti yang terdapat dalam tempe. Tempe jadi komoditas
global karena negeri Belanda.Tersebutlah ahli mikrobiologi dan kimia
Belanda, Prinsen Geerling, yang berhasil mengidentifikasi kandungan
kapang[2]dalam tempe.
Sebagai warga dari negeri yang sadar
betul akan kandungan nutrisi dalam pangan, keberlanjutan lingkungan
dalam eksploitasi bahan makanan, dan kreatifitas pengolahan, Prinsen
Geerling membuat tempe bukan hanya dipandang sebagai alternatif makanan
bergizi tinggi di Eropa namun menyulapnya menjadi komoditas yang
memiliki nilai jual.
Prinsen Geerling mendedikasikan waktu dan
tenaganya untuk mengidentifikasi proses peragian kedelai yang
menurutnya tidak lazim di negeri jajahan, Hindia Belanda ketika itu.
Keheranannya menjadi beralasan karena ia beranggapan bahwa proses
fermentasi lazimnya ditemui pada minuman seperti anggur dan
yoghurt.Ketekunannya membuahkan hasil dengan diketahuinya keluarga
jejamuran yang terdapat dalam tempe merupakan mikrobia “baik” yang
berpeluang memperkaya alternatif dalam mikrobiologi pangan.
Tak tanggung-tanggung. Setelah invensi
dari Geerling dipublikasikan dan diperkuat oleh riset J.J Ochse,
industri tempe di Belanda menjadi berkembang pesat, salah satunya Soya Bean Company. Saat ini tercatat bahwa ada 18 industri tempeyang tersebar di Eropa serta puluhan pabrik tempe lain di dataran AmerikaSerikat[3].Mengukuhkan statusnya sebagai panganan yang digemari oleh masyarakat dunia.
Kasu stempe adalah salah satu contoh kecil bahwa Belanda adalah
pionir dari paradigma pengolahan industri makanan yang kreatif, kaya
nutrisi, ramah lingkungan, dan ditunjang oleh teknologi modern.
Pengolahan kedelai hingga menjadi tempe tentu semua orang paham bahwa
tidak memerlukan bahan kimia apapun, penelitian akhir-akhir ini bahkan
menunjukkan bahwa tempe menjadi sumber anti oksidan yang baik. Proses
yang membuat orang-orang Eropa khususnya menggemari tempe.
Kesuksesan pemasaran tempe menjadi
dagangan global oleh negeri Belanda memperkuat status Belanda sebagai
negeri yang paham betul bahwa makanan menjadi faktor penting yang
menunjang kualitas sumber daya manusianya. Keju dan pancake adalah
contoh lain bagaimana negeri Belanda sadar betul akan kandungan bahan
makanan dan pengolahan yang ramah lingkungan akan menghasilkan produk
kelas dunia. Sama halnya seperti tempe.[]
[1] Tempe: Invensi Mulia Orang Jawa.Warta Biogen Vol. 3, No. 3, Desember 2007
[2] Kapang (mould/filamentous fungi)
merupakan mikroorganisme anggota KingdomFungi yang membentuk hifa.
Beberapa jenis kapang tidak memiliki kontribusi,seperti kapang yang
tumbuh di tempat lembab, namun ada beberapa jenis yangmemiliki peranan
penting dalam proses mikrobiologi pangan.